STRATEGI POLITIK PIGGYBACKING DALAM PARTAI POLITIK BARU DI INDONESIA: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW DENGAN FOKUS PADA PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA (PSI)
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i4.801Keywords:
piggybacking, personalisasi politik, partai politik baru, PSIAbstract
Strategi politik piggybacking semakin menjadi perhatian dalam kajian partai politik baru, terutama dalam konteks sistem kepartaian yang kompetitif dan berorientasi pada figur. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bagaimana politik piggybacking didefinisikan, dikonseptualisasikan, dan dianalisis dalam literatur akademik tentang partai politik baru di Indonesia, dengan fokus pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui penelusuran artikel ilmiah terindeks Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola, tema dominan, implikasi, serta kesenjangan riset dalam literatur yang ditinjau. Hasil SLR menunjukkan bahwa politik piggybacking dalam literatur umumnya dipahami sebagai strategi ketergantungan simbolik dan elektoral pada figur, isu, atau narasi yang telah memiliki legitimasi publik, terutama sebagai respons atas lemahnya institusionalisasi partai politik baru. Dalam studi-studi mengenai PSI, strategi piggybacking dilaporkan muncul dalam bentuk personalisasi politik, pemanfaatan figur nasional, serta penguatan branding dan komunikasi politik berbasis isu populer. Tema-tema dominan yang teridentifikasi meliputi personalisasi politik sebagai substitusi institusionalisasi, politik pencitraan partai, dan ambiguitas ideologis partai politik baru. Lebih lanjut, literatur menilai bahwa strategi piggybacking memiliki implikasi yang bersifat ambivalen. Di satu sisi, strategi ini efektif dalam meningkatkan visibilitas dan diferensiasi simbolik PSI dalam jangka pendek. Di sisi lain, ketergantungan berlebihan pada figur berpotensi membatasi kemandirian ideologis dan keberlanjutan institusional partai dalam jangka panjang. Studi ini menyimpulkan bahwa PSI bukan merupakan anomali teoretis, melainkan varian kontekstual dari pola umum partai politik baru yang beroperasi dalam kerangka personalisasi politik global. Artikel ini berkontribusi pada pengayaan kajian strategi partai politik baru dengan menempatkan politik piggybacking sebagai fenomena struktural dalam demokrasi elektoral Indonesia, sekaligus menawarkan agenda riset lanjutan dan implikasi kebijakan bagi penguatan institusionalisasi partai politik.
References
Budge, I., & McDonald, M. D. (2007). Choices parties define: Policy alternatives in representative elections, 17 countries 1945–1998. Party Politics, 13(4), 451–466. https://doi.org/10.1177/1354068807075946
Harmel, R., & Robertson, J. D. (1985). Formation and success of new parties: A cross-national analysis. International Political Science Review, 6(4), 501–523. https://doi.org/10.1177/019251218500600405
Karvonen, L. (2010). The personalisation of politics: A study of parliamentary democracies. Colchester, UK: ECPR Press.
Katz, R. S., & Mair, P. (1995). Changing models of party organization and party democracy: The emergence of the cartel party. Party Politics, 1(1), 5–28. https://doi.org/10.1177/1354068895001001001
Kriesi, H. (2014). The populist challenge. West European Politics, 37(2), 361–378. https://doi.org/10.1080/01402382.2014.887879
Mainwaring, S., & Scully, T. R. (1995). Building democratic institutions: Party systems in Latin America. Stanford, CA: Stanford University Press.
Panebianco, A. (1988). Political parties: Organization and power. Cambridge, UK: Cambridge University Press.
Shugart, M. S., Valdini, M. E., & Suominen, K. (2005). Looking for locals: Voter information demands and personal vote-earning attributes of legislators. American Journal of Political Science, 49(2), 437–449. https://doi.org/10.1111/j.0092-5853.2005.00133.x
Sartori, G. (2005). Parties and party systems: A framework for analysis. Colchester, UK: ECPR Press.
Tavits, M. (2008). Party systems in the making: The emergence and success of new parties in new democracies. British Journal of Political Science, 38(1), 113–133. https://doi.org/10.1017/S0007123408000069
Tavits, M. (2013). Post-communist democracies and party organization. Cambridge, UK: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139207850