DINAMIKA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN SEKOLAH RAKYAT DI KABUPATEN TUBAN
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i10.1432Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban, sebuah kebijakan nasional yang dirancang untuk memutus angka putus sekolah melalui penyelenggaraan pendidikan berasrama bagi anak dari keluarga miskin terutama desil 1 dan desil 2. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap tiga belas informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis mengikuti model Miles dan Huberman dengan berpedoman pada konsep partisipasi Keith Davis dan John W. Newstrom (1985) yang mencakup tiga dimensi, yaitu keterlibatan mental emosional, kontribusi, dan tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terbentuk secara bertahap, bergerak dari keraguan awal terhadap sistem pendidikan berasrama menuju penerimaan dan dukungan penuh yang tercermin dari dukungan moral, doa, keterlibatan aktif peserta didik, serta tanggung jawab berlapis antara pemerintah, sekolah, dan keluarga. Meskipun demikian, ditemukan pula dua kasus pengunduran diri peserta didik yang mengindikasikan adanya keterbatasan partisipasi ketika berhadapan dengan persoalan struktural, seperti kemiskinan ekstrem dan disfungsi keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban sangat ditentukan oleh sinergi partisipasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan peserta didik.
Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Sekolah Rakyat, Pendidikan Berasrama, Kemiskinan, Kabupaten Tuban
ABSTRACT
This study aims to identify and analyze forms of community participation in the implementation of the Sekolah Rakyat Program in Tuban Regency, a national policy designed to reduce school dropout rates through the provision of boarding-based education for children from poor families, particularly those classified in deciles 1 and 2. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, field observations, and documentation studies involving thirteen informants selected through purposive sampling. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, guided by the concept of participation developed by Keith Davis and John W. Newstrom (1985), which encompasses three dimensions: mental and emotional involvement, contribution, and responsibility. The findings indicate that community participation developed gradually, progressing from initial doubts about the boarding education system toward acceptance and full support, as reflected in moral support, prayers, active student involvement, and shared responsibility among the government, school, and family. Nevertheless, two cases of student withdrawal were identified, indicating limitations in participation when faced with structural issues, such as extreme poverty and family dysfunction. This study concludes that the success of the Sekolah Rakyat Program in Tuban Regency is largely determined by the synergy of participation among the government, school, family, and students.
Keywords: Community Participation, Sekolah Rakyat, Boarding-School Education, Poverty, Tuban Regency